Sai Batin

Sai Batin

Sai Batin

Sai Batin Kedau Rakyat

Sai Batin Kedau Harkat

Sai Batin Kedau Derajat

Sai Batin Kedau Adat

Sai Batin mejaung de hejaungan

Sai Batin nyeceng pamanuhan

Lampung Barat, Lampung, Indonesia
Tahun 1989, Pangeran Edward Syah Pernong dinobatkan sebagai Sai Batin Kepaksian Pernong, dengan gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi yang Dipertuan Sekala Beghak XXIII

20/01/09

Tulang Bawang, Rangkaian Sejarah Yang Hilang



Banyak pertanyaan diajukan mengenai keberadaan Kerajaan Tulang Bawang. Sejarah Indonesia, dan keyakinan masyarakat Lampung menyatakan pada suatu masa ada sebuah kerajaan besar di Lampung. Kerajaan itu sudah terlanjur menjadi identitas Lampung dalam konteks Indonesia modern. Pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka adalah, bagaimana asal-mula Kerajaan Tulang Bawang, dimana pusat Kerajaannya, siapa raja yang memerintah, dan siapa pula pewaris tahtanya hingga sekarang. Banyak sejarawan, antropolog maupun arkeolog, bahkan pemerintah Provinsi Lampung pun, berusaha keras untuk menemukan kembali rangkaian sejarah 'yang hilang' itu. Meski hingga kini situs Kerajaan Tulang Bawang belum dapat dilacak keberadaannya, namun usaha-usaha untuk meneliti dan menggali jejak-jejak peninggalannya perlu terus dilakukan.

Keberadaan Tulang Bawang, dalam berbagai referensi, mengacu pada kronik perjalanan pendeta Tiongkok, I Tsing. Disebutkan kisah pengelana dari Tiongkok, I Tsing (635-713). Seorang biksu yang berkelana dari Tiongkok (masa Dinasti Tang) ke India, dan kembali lagi ke Tiongkok. Ia tinggal di Kuil Xi Ming dan beberapa waktu pernah tingal di Chang’an. Ia menerjemahkan kitab agama Budha berbahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina. Dalam perjalanannya itu, kronik menulis I Tsing singgah di Sriwijaya pada tahun 671. Ia mengunjungi pusat-pusat studi agama Budha di Sumatera, di antaranya selama dua bulan di Jambi dan setelah itu konon tinggal selama 10 tahun di Sriwijaya (685-695). Dalam perjalanannya itu, I Tsing dikabarkan menyebut nama suatu tempat dengan “To Lang P'ohwang”. Kata “To Lang P'ohwang” merupakan bahasa Hokian, bahasa yang digunakan I Tsing. Ada yang menerjemahkan “To Lang P'ohwang” sebagai Tulang Bawang. Salah satunya adalah Prof. Hilman Hadikusuma, ahli hukum adat dan budayawan Lampung tersebut memberi uraian perihal sejarah Lampung, khususnya dalam menafsir To Lang P'ohwang sebagai Kerajaan Tulang Bawang.

Dalam situs melayuonline.com, disebutkan : Kerajaan Tulang Bawang merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Nusantara. Tidak banyak catatan sejarah yang mengungkap fakta tentang kerajaan ini. Sebab, ketika Che-Li-P'o Chie (Kerajaan Sriwijaya) berkembang, nama dan kebesaran Kerajaan Tulang Bawang justru pudar.
Menurut catatan Tiongkok kuno, sekitar pertengahan abad ke-4 pernah ada seorang Bhiksu dan peziarah bernama Fa-Hien (337-422), ketika melakukan pelayaran ke India dan Srilangka, terdampar dan pernah singgah di sebuah kerajaan bernama To-Lang P'o-Hwang (Tulang Bawang), tepatnya dipedalaman Chrqse (Sumatera).
Sumber lain menyebutkan bahwa ada seorang pujangga Tiongkok bernama I-Tsing yang pernah singgah di Swarna Dwipa (Sumatera). Tempat yang disinggahinya ternyata merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya. Ketika itu, ia sempat melihat daerah bernama Selapon. Ia kemudian memberi nama daerah itu dengan istilah Tola P'ohwang. Sebutan Tola P'ohwang diambil dari ejaan Sela-pun. Untuk mengejanya, kata ini di lidah sang pujangga menjadi berbunyi so-la-po-un. Orang China umumnya berasal
dari daerah Ke'. I-Tsing, yang merupakan pendatang dari China Tartar dan lidahnya tidak bisa menyebutkan So, maka ejaan yang familiar baginya adalah To. Sehingga, kata solapun atau selapon disebutkan dengan sebutan Tola P'ohwang. Lama kelamaan, sebutan itu menjadi Tolang Powang atau kemudian menjadi Tulang Bawang.
Kerajaan Sriwijaya merupakan federasi atau gabungan antara Kerajaan Melayu dan Kerajaan Tulang Bawang (Lampung). Pada masa kekuasaan Sriwijaya, pengaruh ajaran agama Hindu sangat kuat. Orang Melayu yang tidak dapat menerima ajaran tersebut, sehingga mereka kemudian menyingkir ke Skala Brak. Namun, ada sebagian orang Melayu yang menetap di Megalo dengan menjaga dan mempraktekkan budayanya sendiri yang masih
eksis. Pada abad ke-7, nama Tola P'ohwang diberi nama lain, yaitu Selampung, yang kemudian dikenal dengan nama Lampung. (sumber : http://history.melayuonline.com/?a=a1Z1L29QTS9VenVwRnRCb20%3D=&l=kerajaan-tulang-bawang)
Hanya itulah data yang dimiliki hingga saat ini. Dalam situs melayuonline.com, sebuah situs yang sangat lengkap mendata khazanah kebudayaan Melayu, tidak ada penjabaran lebih jauh.
Dalam setiap kesempatan, kami selalu mendorong agar dilakukan penelitian dan kajian secara intensif agar keberadaan Kerajaan Tulang Bawang dapat dilacak dengan jelas. Karena bila memang pernah ada kerajaan tersebut, akan muncul kajian yang bagi kami lebih menarik, yaitu bagaimana hubungan Paksi Pak Sekala Brak dengan Tulang Bawang. Kajian semacam ini akan semakin memperlengkap dokumen kita tentang sejarah Lampung. Kelengkapan dokumen sejarah Lampung tersebut, bila tercapai, akan dapat dijadikan dasar pijak pembangunan kebudayaan masyarakat Lampung.




56 komentar:

  1. Tabikpun....

    Sedikit memberikan masukan kepada Pun Beliawan, bahwa menurut analisis dan pendapat pribadi saya, kebudayaan tulang bawang adalah tradisi dan kebudayaan lanjutan dari Peradaban Sekala Brak itu sendiri. Karena dari empat marga tulang bawang yaitu buay bulan, buay tegamoan, buay umpu dan buay aji dimana salah satu buay tertuanya adalah buay bulan yang jelas merupakan bagian dari Kepaksian Sekala Brak Cenggiring dan merupakan keturunan dari Putri Si Buay Bulan yang kemudian melakukan migrasi kedaerah Tulang Bawang bersama dua marga lainnya yaitu Buay Impu dan Buay Aji dan kemudian belakangan pada 1914 barulah terbentuk satu marga baru yaitu Buay Aji.

    Dengan demikian menurut kesimpulan saya tulang bawang adalah lanjutan dari tradisi dan Peradaban Sekala Brak yang berasimilasi dengan tradisi dan kebudayaan lokal yang dimungkinkan sekali telah ada sebelumnya atau sebelum mendapatkan pengaruh dari Kepaksian Sekala Brak.

    Semoga analisis ini dapat sedikitnya memberikan suatu wacana baru tentang kebudayaan tulang bawang yang merupakan penyimbang punggawa dari Kepaksian Sekala Brak sebagaimana kesatuan dari Budaya Budaya dan Entitas Lampung yang lainnya seperti Keratuan Semaka, Keratuan Melinting, Keratuan Darah Putih, Keratuan Komering, Sungkay Bunga Mayang, Pubiyan Telu Suku, Buay Lima Way Kanan, Abung Siwo Mego dan Cikoneng Pak Pekon. Dimana pembangian dan pengaturan wilayah kekuasaannya diatur oleh Umpu Bejalan Diway berdasarkan daerah daerah yang dialiri oleh sungai/way,dan secara harfiah Bu-Way atau Buay berarti pemilik sungai/way atau pemilik daerah kekuaasaan yang dialiri oleh sungai.

    Demikianlah sedikit analisis dari saya lain tidak adalah karena perhatian dan apresiasi saya pada Kebudayaan Sekala Brak sebagai jatidiri Kita. Kilu mahap kik salah cakha.

    Tabik....

    BalasHapus
  2. Tabikpun....

    Sedikit memberikan masukan kepada Pun Beliawan, bahwa menurut analisis dan pendapat pribadi saya, kebudayaan tulang bawang adalah tradisi dan kebudayaan lanjutan dari Peradaban Sekala Brak itu sendiri. Karena dari empat marga tulang bawang yaitu buay bulan, buay tegamoan, buay umpu dan buay aji dimana salah satu buay tertuanya adalah buay bulan yang jelas merupakan bagian dari Kepaksian Sekala Brak Cenggiring dan merupakan keturunan dari Putri Si Buay Bulan yang kemudian melakukan migrasi kedaerah Tulang Bawang bersama dua marga lainnya yaitu Buay Umpu dan Buay Tegamoan dan kemudian belakangan pada 1914 barulah terbentuk satu marga baru yaitu Buay Aji.

    Dengan demikian menurut kesimpulan saya tulang bawang adalah lanjutan dari tradisi dan Peradaban Sekala Brak yang berasimilasi dengan tradisi dan kebudayaan lokal yang dimungkinkan sekali telah ada sebelumnya atau sebelum mendapatkan pengaruh dari Kepaksian Sekala Brak.

    Semoga analisis ini dapat sedikitnya memberikan suatu wacana baru tentang kebudayaan tulang bawang yang merupakan penyimbang punggawa dari Kepaksian Sekala Brak sebagaimana kesatuan dari Budaya Budaya dan Entitas Lampung yang lainnya seperti Keratuan Semaka, Keratuan Melinting, Keratuan Darah Putih, Keratuan Komering, Sungkay Bunga Mayang, Pubiyan Telu Suku, Buay Lima Way Kanan, Abung Siwo Mego dan Cikoneng Pak Pekon. Dimana pembangian dan pengaturan wilayah kekuasaannya diatur oleh Umpu Bejalan Diway berdasarkan daerah daerah yang dialiri oleh sungai/way,dan secara harfiah Bu-Way atau Buay berarti pemilik sungai/way atau pemilik daerah kekuaasaan yang dialiri oleh sungai.

    Demikianlah sedikit analisis dari saya lain tidak adalah karena perhatian dan apresiasi saya pada Kebudayaan Sekala Brak sebagai jatidiri Kita. Kilu mahap kik salah cakha.

    Tabik....

    BalasHapus
  3. Diandra Natakembahang, terima kasih atas masukan dan analisisnya. Semoga analisis itu bisa menambah khazanah dan memberi andil bagi penelitian lebih jauh tentang sejarah Lampung.
    Memang banyak pihak menyatakan Tulang Bawang adalah kelanjutan dari Sekala Brak, atau perluasan peradaban yang dibawa oleh rakyat Sekala Brak ketika itu. Pendapat ini senada dengan pengakuan bahwa Sekala Brak merupakan cikal-bakal, anjak asal orang Lampung.
    Namun pendapat tersebut masih sekedar analisis, belum ditemukan bukti-bukti historis. Inilah (bukti historis) inilah yang perlu terus diupayakan.
    Semoga semakin banyak pihak yang mengkaji lebih jauh sejarah Lampung

    BalasHapus
  4. Your Highness;

    Do you have a picture for me to my e-mail at pusaka.tick@tiscali.nl for my website at http://kerajaan-indonesia.blogspot.com of the present raja of Tulang Bawang.

    Thank you.

    I hope you received my previous list of all the areas of the Lampung area from 1930 with the amount of inhabitants.I wonder,which areas are belonging to Skala Brak from that list.

    Thank you also for that.

    Yours sincerelly:
    DP Tick gRMK
    secretary Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia "Pusaka"
    Vlaardingen/Holland
    pusaka.tick@tiscali.nl

    BalasHapus
  5. sedikit memeberri masukan tolong buatkan sejAjarah kerajaan tuang bawang

    BalasHapus
  6. Sebagai masukan, untuk para pemabaca mengenai riwayat, atau "Sejarah Kerajaan Tulang Bawang sebelum dan sesudah Islam karya Hi. Assaih Akip semoga menjadikan tambahan wawasan kita bersama bisa dibaca di alamat : http://mestaboh.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. http://mestaboh.com dialihkan ke http://tulangbawang.mestaboh.com.

      Hapus
  7. saudara diandra bicara di berbagai forum online seperti orang yang banyak tahu, dan yang lebih tahu asal usul orang Lampung.

    BalasHapus
  8. saya pernah bertanya kepada masyarakat Cikoneng dan orang disana sendiri yang mengatakan bahwa mereka adalah keturunan TULANG BAWANG, saya tidak pernah bertemu orang Cikoneng yang berkata bahwa ia adalah keturunan skala brak atau LIWA. Kakek saya pernah berkunjung ke Keraton Cirebon, beliau menanyakan perihal Kerajaan TULANG BAWANG dan ternyata catatan RAJA TULANG BAWANG sejak zaman Hindu ada di sana karena TULANG BAWANG dan Cirebon dahulu berhubungan baik, dan menurut catatan tahunnya TULANG BAWANG telah berdiri sebelum abad 5 M, jauh sebelum skala brak berdiri. Sriwijaya dari Palembang, Kesultanan Banten dan Keraton Cirebon mengakui adanya kebesaran TULANG BAWANG. Jangan mengada-ngada bahwa TULANG BAWANG merupakan asimilasi dari skala brak, wat-wat gawoh..

    BalasHapus
  9. salam perkenalan saja, saya keturunan haji sakti yaitu wilayah kekuasaan 3 pertalian saudara :
    1. Sang Hyang Rakian Sakti, atau Pangeran Surya Negara.
    2. Sulah Naga Berisang, atau Sahilillah
    3. Puteri Berdarah Putih

    wilayah ini memiliki pertalian persaudaraan dengan masyarakat gunung pesagi/sekala berak

    kami terletak di kabupaten ogan komering ulu selatan- sumatera selatan. atau dua jam perjalanan dari danau ranau yaitu muaradua, dari muaradua ke hulu sungai yaitu sungai selabung.....

    BalasHapus
  10. apabila ingin menelusuri asal usul tulang bawang dan abung siwo migo, saya harap dapat membuat forum silaturahmi yang menghadirkan perwakilan penyimbang dan tua adat di lampung diantaranya dari mego pak tulang bawang dan abung siwo migo, jangan membuat cerita sepihak dan belum bisa dibuktikan kebenarannya karena cerita yang dibuat juga masih berasal dari warahan (cerita turun temurun), jika mendapat satu mufakat yang membenarkan skala brak adalah asal dari orang lampung barulah masyarakat di lampung akan mengakui skala brak sebagai asal muasal nenek moyangnya, karena ada masyarakat yang bermukim di gunung pesagi lebih dulu sebelum nenek moyang skala brak datang.

    BalasHapus
  11. Silahkan kunjungi: http://arkeologilampung.blogspot.com/2009/01/kota-lama-menggala-tulang-bawang-satu.html
    yang dituturkan oleh seorang arkeolog (bukan cerita turun temurun)berdasarkan penemuan pecahan keramik abad ke-9 di beberapa situs sejarah di skala brak yang mengartikan bahwa daerah tsb. telah ditempati terlebih dahulu (kemungkinan besar orang ABUNG) sebelum moyang dari pagaruyung (moyang skala brak) datang. Sedangkan kedatangan empat orang moyang skala brak dari pagaruyung (baru-baru ini di beberapa blog diubah menjadi 4 orang ulama dari "Samudra Pasai") menurut Oliver Sevin merupakan gelombang migrasi awal abad ke-14 pada masa pemerintahan Adityawarman. Keturunan Skala Brak memang benar ada, tetapi jangan langsung mengambil kesimpulan kalau Skala Berak merupakan cikal bakal orang lampung, menurut saya terlalu dini untuk mengambil keputusan yang belum jelas kebenarannya. Jika Keturunan Skla Brak merupakan keturunan Pagaruyung, bagaimana benang merahnya dengan masyarakat Pepadun??yang saya tahu adalah Keratuan di puncak yang menurunkan orang lampung sekarang, bukan orang pagaruyung/padang, silahkan apabila masyarakat skala brak meng-amini bahwa kalian keturunan pagaruyung, silahkan membuat sejarah sendiri. Mengenai buay tertua di Tulang Bawang bukanlah Buay Bulan melainkan Buay Tegamo'an, dan Kerajaan Tulang Bawang punya silsilah dari dulu hingga sekarang, masih mengamalkan tradisi dan adat, tidak lenyap dari bumi lampung, masih ada keturunannya, masih ada peninggalan pusakanya. Bapak Edward Syah Pernong bukan raja lampung melainkan "Raja Lampung Barat"

    BalasHapus
  12. 1.Bahwa kedatangan 4 umpu Skala Brak atau 4 ulama dari Pagaruyung yang meng-Islamkan "Buay Tumi" di Gunung Pesagi, perlu diketahui bahwa menurut Suma Oriental que trata do Mar Roxo até aos Chins ("Ikhtisar Wilayah Timur, dari Laut Merah hingga Negeri Cina") yang ditulis oleh Tomé Pires pada tahun 1512-1515 mencatat dari ke-tiga raja Pagaruyung, hanya satu yang telah menjadi muslim sejak 15 tahun sebelumnya, dan Islam baru berkembang di pagaruyung kira-kira pada abad ke-16, yaitu melalui para musafir dan guru agama yang singgah atau datang dari Aceh dan Malaka. Salah satu murid ulama Aceh yang terkenal Syaikh Abdurrauf Singkil (Tengku Syiah Kuala), yaitu Syaikh Burhanuddin Ulakan.

    2.Apabila 4 umpu tersebut bukan berasal dari pagaruyung melainkan berasal dari Samudera Pasai, Kesultanan Samudera Pasai baru didirikan oleh Marah Silu yang bergelar Malik al-Saleh pada sekitar tahun 1267 atau menurut keterangan para musafir Arab tentang Asia Tenggara dan dua buah naskah lokal yang diketemukan di Aceh yaitu, “Idhahul Hak Fi Mamlakatil Peureula” karya Abu Ishak Al Makarany dan Tawarich Raja-raja Kerajaan Aceh ,mereka berkesimpulan bahwa Kerajaan Islam Samudera Pasai sudah berdiri sejak abad ke XI M, atau tepatnya pada tahun 433 H (1042 M).

    Sekarang menurut History of Java-Nusantara http://www.scribd.com/doc/27818234/History-of-Java-Nusantara
    menurut sejarahwan berdasarkan berita cina pada abad ke-5M (berarti kerajaan yang telah berdiri sebelum atau bertepatan dengan abad ke-5M) ada beberapa kerajaan kecil di Sumatera dan Jawa yaitu Tolomo (Tarumanegara),Topoteng(Galuh),Holing(Kalingga),Kantoli(Kendali/sebelum Sriwijaya ada),dan Tulang Pa Hwang yaitu Kerajaan Tulang Bawang di Lampung, jelas keliru sekali yang mengartikan Tulang Pa Hwang sebagai bahasa Hokkian yang merujuk kepada Skala Brak di Bukit Pesagi, dan di situ tidak menyebutkan adanya kerajaan kecil bernama "Skala Brak". Tuan Rio Mangkubumi yang menurunkan Minak Kemala Bumi yang menurunkan orang Pagardewa, Tuan Rio Tengah yang menurunkan orang menggala, dan Tuan Rio Sanak yang menurunkan orang Panaragan.

    BalasHapus
  13. Ya saya kira kita semua mencintai Bumi Lampung ini masalah sejarah hendaknya disikapi dengan bijaksana tidak ada yang mengklaim bahwa dirinya paling benar apalagi memaksakan pendapatnya ke masyarakat luas.

    BalasHapus
  14. Sekala brak berdiri bukan pada saat paksi pak datang (abad 14), tetapi sudah awal abad masehi /sblm masehi.. Keluarga krja ini berhbngn erat dgn klrg krj salakanagara, kutai martapura, champa dan funan..

    BalasHapus
  15. Setuju....walaupun tidak mencantumkan nama.....begitu lah urutan sejarah berdasarkan timeline yang bersumber dari temuan, penelitian ilmiah dsb, DIANDRA tidak menyadari suatu urutan waktu keberadaan antara Kerajaan Tulang Bawang dan Kerajaan Skala Bhrak......jelas sekali bhw semua pihak menyepakati berita pertama kali adanya Kerajaan Tulang Bawang adalah abad 7, sedangkan kedatangan Paksi Pak Skala Bhrak yang datang dari Pagaruyung pada setting waktu abad ke 14 dan berasimilasi dgn penduduk lampung(dapat di cek di Tambo Cuandua Mato), katanya sekarang tersimpan di Padang Panjang - Sumbar).....DIANDRA jangan membingungkan orang lain, dengan mencampur aduk 2 peristiwa dengan dalam kurun waktu yang salah........coba deh baca lagi sejarah terkait dengan lampung yang telah diakui secara ilmiah seperti....tulisan2 Prof. Muljana W Kusuma....Buku Tuanku Rao....dll. untuk penulis memang benar informasi tertulis yg pertamakali menyebut lafal tulangbawang dalam bahasa tiongkok adalah i-t'sing sedangkan fa-chien adalah pendeta tionghoa pertama yang menulis kisah perjalanannya (lama perjalanan jiarah thn 399 - 414) dgn judul fo-hue-ki, memang tidak ada informasi tentang daerah bernama tulang bawang, mungkin Kerajaan Tulang Bawang belum eksis pada saat itu. Pendeta i-t'sing menulis kisah perjalanannya dalam 2 buah buku yang telah diterjemahkan oleh Takasuku pada tahun 1897 dengan judul A Record of Budhist Religion as Practised in India and The Malay Archipelago (judul asli : Nan-hai-chi-kuei-nai-fa-ch'uan) dan buku kedua oleh Prof. Chavanes pada tahun 1894 dengan judul Memoire a' l'epoque de la grande dynastie Tang sur les religieux e'minents qui allerent chercher la loi dans les pays d'Occident (judul asli : T-t'ang-si-yu-ku-fa-kao-seng-chuan). 2 buku ini lebih detil menceritakan wilayah2 yang berada dalam lintasan perjalanan jiarah tersebut (baik dari sisi lokasi dan ejaan secara filologi) bila dibandingkan dengan tulisan Fa-chien yang tidak banyak memberikan informasi, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan Pendeta I-T'sing dari kecil adalah Sastra Tionghoa dan sangat memahami bidang sastra sehingga para ahli sangat mempercayai validitas penyebutan dan lafal yang digunakan padasaat itu.

    BalasHapus
  16. Setuju....walaupun tidak mencantumkan nama.....begitu lah urutan sejarah berdasarkan timeline yang bersumber dari temuan, penelitian ilmiah dsb, DIANDRA tidak menyadari suatu urutan waktu keberadaan antara Kerajaan Tulang Bawang dan Kerajaan Skala Bhrak......jelas sekali bhw semua pihak menyepakati berita pertama kali adanya Kerajaan Tulang Bawang adalah abad 7, sedangkan kedatangan Paksi Pak Skala Bhrak yang datang dari Pagaruyung pada setting waktu abad ke 14 dan berasimilasi dgn penduduk lampung(dapat di cek di Tambo Cuandua Mato), katanya sekarang tersimpan di Padang Panjang - Sumbar).....DIANDRA jangan membingungkan orang lain, dengan mencampur aduk 2 peristiwa dengan dalam kurun waktu yang salah........coba deh baca lagi sejarah terkait dengan lampung yang telah diakui secara ilmiah seperti....tulisan2 Prof. Muljana W Kusuma....Buku Tuanku Rao....dll.

    BalasHapus
  17. Hari Keristian13 Oktober 2010 07.07

    untuk penulis memang benar informasi tertulis yg pertamakali menyebut lafal tulangbawang dalam bahasa tiongkok adalah i-t'sing sedangkan fa-chien adalah pendeta tionghoa pertama yang menulis kisah perjalanannya (lama perjalanan jiarah thn 399 - 414) dgn judul fo-hue-ki, memang tidak ada informasi tentang daerah bernama tulang bawang, mungkin Kerajaan Tulang Bawang belum eksis pada saat itu. Pendeta i-t'sing menulis kisah perjalanannya dalam 2 buah buku yang telah diterjemahkan oleh Takasuku pada tahun 1897 dengan judul A Record of Budhist Religion as Practised in India and The Malay Archipelago (judul asli : Nan-hai-chi-kuei-nai-fa-ch'uan) dan buku kedua oleh Prof. Chavanes pada tahun 1894 dengan judul Memoire a' l'epoque de la grande dynastie Tang sur les religieux e'minents qui allerent chercher la loi dans les pays d'Occident (judul asli : T-t'ang-si-yu-ku-fa-kao-seng-chuan). 2 buku ini lebih detil menceritakan wilayah2 yang berada dalam lintasan perjalanan jiarah tersebut (baik dari sisi lokasi dan ejaan secara filologi) bila dibandingkan dengan tulisan Fa-chien yang tidak banyak memberikan informasi, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan Pendeta I-T'sing dari kecil adalah Sastra Tionghoa dan sangat memahami bidang sastra sehingga para ahli sangat mempercayai validitas penyebutan dan lafal yang digunakan pada saat itu. kalo dibilang di wilayah Skala Bhrak telah memiliki kebudayaan memang benar adanya ini dibuktikan dengan peninggalan kebudayaan Megaltikum (kebudayaan Batu Besar) akan tetapi jgn berlebihan itu menjadi bukti keberadaan Kerajaan Skala Bhrak (kan Para Ahli Kerajaan Skala Bhrak Mengakui adanya kebudayaan Masyarakat Tumi sebelum mereka eksis, walaupun dari tulisan sejarah cina lebih dahulu diakui keberadaan Kerajaan Kan-to-li atau kendali atau kenali)......mungkin yang dimaksud memiliki hubungan dengan Funan dan salakanagara (abad 5- 6 M)adalah Kan-to-li bukan Skala Bhrak (karena pada saat itu belum eksis) baca aja bukunya Prof. Brian Harrison dalam bukunya South East Asia (1957) yang membicarakan Sriwijaya pada pada bab 3 dgn judul Early Indianized States : Funan and Sriwijaya.
    Untuk Megow Pak Tulang Bawang memang tidak ada yang paling tua antara dua keturunan dari Pesagi/Skala Bhrak (Buay Bulan Udik dan Buay Bulan Ilir dan keturunan Tuanku Rio (Tegamoan dan Aji) jadi jangan dibilang tua siapa dari siapa dong, karena secara pertalian darah memang tidak ada kaitannya, cuma karena terdapat kesepakatan penyebutan 4 marga Tulang Bawang yang mendiami suatu lokasi yang berdekatan maka sah - sah saja utk tidak saling mengganggu satu sama lainnya......publikasi yang telah dilakukan oleh para arkeologi dari pusat Arkeologi Nasional, telah ditemukan temuan keramik, uang cina dan benteng-benteng (di Gunung Katun-Tulang Bawang Barat, Gunung Terang, Penumangan dll) kita tungg saja proses ilmiah ini berjalan......mudah2an dapat membuahkan hasil yang logis, dapat dipertanggungjawabkan, ilmiah dan menyejukkan hati terhadap urutan sejarah kebudayaan-kebudayaan yang pernah eksis di Bumi Lampung.
    mohon kiranya TIMELINE kejadian/peristiwa jangan dicampurkan aduk antara ruang dan waktunya, agar tidak menjadi salah paham dan sejarah bukan hanya sekedar suatu proses pengukuhan kekuasaan dan kekuatan semata (seperti yang telah dilakukan oleh para penguasa negara ini baik sebelum 1965 maupun setelahnya)tetapi menjadi bahan pembelajaran bagi anak cucu tentang kebenaran sejarah yang bisa menjadi contoh bagi kelanjutan generasi kita......mudah2an sejarah yang benar dapat membuka mata kita untuk dapat maju bersama.....maju terus Sang Bhumi Ruwa Jurai....Amin

    BalasHapus
  18. Hari Keristian13 Oktober 2010 07.08

    untuk penulis memang benar informasi tertulis yg pertamakali menyebut lafal tulangbawang dalam bahasa tiongkok adalah i-t'sing sedangkan fa-chien adalah pendeta tionghoa pertama yang menulis kisah perjalanannya (lama perjalanan jiarah thn 399 - 414) dgn judul fo-hue-ki, memang tidak ada informasi tentang daerah bernama tulang bawang, mungkin Kerajaan Tulang Bawang belum eksis pada saat itu. Pendeta i-t'sing menulis kisah perjalanannya dalam 2 buah buku yang telah diterjemahkan oleh Takasuku pada tahun 1897 dengan judul A Record of Budhist Religion as Practised in India and The Malay Archipelago (judul asli : Nan-hai-chi-kuei-nai-fa-ch'uan) dan buku kedua oleh Prof. Chavanes pada tahun 1894 dengan judul Memoire a' l'epoque de la grande dynastie Tang sur les religieux e'minents qui allerent chercher la loi dans les pays d'Occident (judul asli : T-t'ang-si-yu-ku-fa-kao-seng-chuan). 2 buku ini lebih detil menceritakan wilayah2 yang berada dalam lintasan perjalanan jiarah tersebut (baik dari sisi lokasi dan ejaan secara filologi) bila dibandingkan dengan tulisan Fa-chien yang tidak banyak memberikan informasi, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan Pendeta I-T'sing dari kecil adalah Sastra Tionghoa dan sangat memahami bidang sastra sehingga para ahli sangat mempercayai validitas penyebutan dan lafal yang digunakan pada saat itu. kalo dibilang di wilayah Skala Bhrak telah memiliki kebudayaan memang benar adanya ini dibuktikan dengan peninggalan kebudayaan Megaltikum (kebudayaan Batu Besar) akan tetapi jgn berlebihan itu menjadi bukti keberadaan Kerajaan Skala Bhrak (kan Para Ahli Kerajaan Skala Bhrak Mengakui adanya kebudayaan Masyarakat Tumi sebelum mereka eksis, walaupun dari tulisan sejarah cina lebih dahulu diakui keberadaan Kerajaan Kan-to-li atau kendali atau kenali)......mungkin yang dimaksud memiliki hubungan dengan Funan dan salakanagara (abad 5- 6 M)adalah Kan-to-li bukan Skala Bhrak (karena pada saat itu belum eksis) baca aja bukunya Prof. Brian Harrison dalam bukunya South East Asia (1957) yang membicarakan Sriwijaya pada pada bab 3 dgn judul Early Indianized States : Funan and Sriwijaya.

    BalasHapus
  19. mau bertanya, sudah banyak pemberitaan tentang kerajaan tulang bawang tapi mengapa tidak kunjung diadakan penggalian/pencarian bukti riil...???

    kalau memang kerajaan tulang bawang masi dekat hubunganya dengan skala brak dan sri wijaya apa kah tidak ada catatan2 tentang kerajaan tulang bawang pada kedua kerajaan tersebut...???

    BalasHapus
  20. Ass. Wrwb.........

    Tulang Bawang = Seperti makna tanaman bawang yang tak memiliki Tulang.

    Tulang Bawang adalah sebuah kerajaan misteri dalam perjalanannya karena terdapat pasukan Siluman didalamnya ( ex : lokasi daerah panaragan ) salah satu dari 3 tempatnya.

    Dalam perjalan sejarah telah dibuktikan dengan adanya bala tentara kerajaan tulang bawang yang diperbantukan baik terhadap Kerajaan Banten sampai tataran Jawa Barat dan Cirebon.

    Pernahkah melihat dari nama2 makam yang ada disetiap wilayah kerajaan di Jawa. Karena bukti dari nama2 yang ada adalah nama orang dari suku lampung.

    BalasHapus
  21. Dari beberapa tulisan dan silsilah mungkin dpt disimpulkan:
    Di Sumatera bagian selatan terdapat dua Rumpun utama yakni Dempo dan Seminung.
    Suku Asli Lampung (yg pertama kali mendiami daerah Lampung) adalah Buay Tumi mereka mendiami daerah Liwa dan sekitarnya (Kenali, Bkt Pesagi, Ranau) mereka ini disebut Rumpun Seminung. Kemudian datanglah Puyang2 lain yg berasimilasi dengan rumpun seminung yakni:

    1. Puyang Abung datang ke daerah Bengkulu (kaur) kalau dalam silsilah disebut Laut Lebu, Suku Abung kl dari silsilahnya Tuan Guru sakti (mungkin dr pagaruyung) mempunyai anak namanya Bebatak, Bebugis dan Begeduh, Begeduh inilah yg menurunkan suku abung, di kaur Bengkulu Puyang abung kawin dengan Umpu Setungau/Putri setenggang orang serawai yg mungkin dari rumpun Dempo, lalu mereka pindah ke Danau ranau, disini puyang abung melakukan perkawinan dengan Putri Ranau dari Rumpun seminung, karena ada perselisihan dengan Aji Saka maka suku abung pindah ke Martapura, lalu pindah kembali ke Skala brak/Segara Brak/Bukit Pesagi, dari sini mereka pindah ke Canguk Gattcak, lalu menyebar ke Lampung utara, Lampung Tengah, Lampung timur dan Hingga Ke Bandar Lampung. ada juga yg pindah kedaerah Kayu Agung dan Lempuing di Ogan Komering Ilir.
    Suku Abung terdiri dari sembilan marga yg disebut Abung Siwo Migo.
    Kalau dari silsilah orang abung mereka sudah sampai ke turunan yg ke 31~32
    Jadi diperkirakan mereka sdh ada pada abad 9~10 M

    2. Puyang Aji saka adalah puyang ini berasal dari India dari suku Saka, suku saka berawal dari daerah Iran, info: http://en.wikipedia.org/wiki/Saka
    Sedangkan Aji juga merupakan suatu nama sungai di India, Aji berarti Ibu/Nenek.kemungkinan besar beragama hindu dan mempunyai kesaktian yg tinggi, puyang ini mempunyai dua Istri, satu dari di daerah selabung dan satunya dari Bukit pesagi rumpun seminung yakni putri dayang, keturunannya ini menyebar ke beberapa daerah di Lampung dan Sumsel, biasanya kebuayan mereka masih menggunakan kata Aji, semisal buay Aji, Aji kagungan, Sandang Aji, Suku Pakngepuluh buay Aji dll.
    Puyang Aji saka juga dikenal dimasyarakat Jawa yg akhirnya sangat mempengaruhi adat dan budaya jawa yg cenderung ke-India-an, salah satunya tulisah jawa hanacaraka.
    Diperkirakan puyang ini datang ke Selabung pada abad ke 14M.

    3. Puyang Naga Berisang, diperkirakan puyang ini berasal dari Tiongkok selatan, setelah menikah dengan Putri dari Rumpun seminung, maka keturunannya pun menyebar ke daerah Lampung(Way kanan, Tulang Bawang) dan Sumsel (Komering)
    Diperkirakan puyang ini datang ke daerah rumpun seminung pada abad ke 14M.

    4. Puyang lain dari Pagaruyung (Belunguh, Pernong dll), puyang2 ini pun melakukan perkawinan dengan Rumpun seminung, keturunannya menyebar di Lampung tengah (pubiyan), Lampung barat (paksi pak) dan Lampung selatan.
    Diperkirakan puyang ini datang ke daerah rumpun seminung pada abad ke 14M.

    Pada kenyataaan, keturunan dari Buay Tumi dan Puyang2 diatas saling berinteraksi(kawin) yg menghasilkan keturunan2 yg lain.

    Dijaman Keratuan pada abad 14~15 M ada 4 Keratuan dilampung, keratuan itu dibentuk untuk menghindari perselisihan terhadap daerah hunian masing2 keturunannya, 4 Keratuan tersebut adalah:
    1. Keratuan DiPuncak (Suku Abung)
    2. Ketauan DiPemanggilan (Aji,Komering & Way Kanan)
    3. Keratuan DiPugung (Pubiyan)
    4. Keratuan Dibelalau (Liwa, Krui dan Ranau).

    Setalah zaman kemerdekaan maka Rumpun Seminung mereka dipisahkan menjadi 2 Propinsi yakni Lampung dan Sumsel, dimana Suku yg Sungainya yg mengalir/bermuara ke sungai Musi masuk Ke daerah Sumsel dan yg bernuara ke Laut khususnya Laut Jawa masuk ke Lampung. Karena berbeda provinsi, beda daerah dan guratan2 perselisihan pada masa lalu, yg muncul adalah egoisme masing2, padahal semua mempunyai garis hubungan yg sama yakni asimilasi dengan rumpun seminung Buay Tumi.
    Semoga bermamfaat.

    BalasHapus
  22. setahuku tidak ada kata TULANG dlam bhsa lampung baik dialek A dan O, kalau TALANG ada.

    contoh di lambar ada daerah bernama Atakh Bawang artinya dataran tinggi,Bawang Ucung artinya bukit yang terjal.

    Bawang dalm bhsa lampung bukan bawang bumbu,bawang sinonimnya lambung, dunggak,datas, dati, ucung, pelambung,lebih halusnya lagi untuk menyebut daerah yang lebih tinggi ketinggiannya dari daerah lain di sebut Bumi Minang atau Bumi Menang.

    talang artinya tempat berkumpul/bermukim, bawang artinya tinggi jadi tempat bermukim orang2 dri datarn tinggi.

    Belalaw = bela liwit = bela lawah = bela liyaw = bela liwih = bela lawi artinya habis/kosong karena di tinggal pergi,masyarakatnya bnyak yg bermigrasi ke daerah lain sehingga dataran tinggi gnung pesagi dari zman dahulu di sebut Belalaw, karena penduduknya selalu berkurang bermigrasi ke daerah lain.selalaw = Daerah yang penduduk yg sering bermigrasi /berpindah.

    saran saya dalam diskusi ini terlalu jauh jika kita terlebuh dahulu membandingkan bahasa cina dg bhsa lampung.

    BalasHapus
  23. sebaiknya dalam menulis sejarah kita jangan asal tuliskalo tidak ada bukti otentik seperti prasasti atau catatan2 dari bangsa laen apalagi jika mengatakan cikal bakal sriwijaya dari sklabrak itu sama saja anda menentang fakta yg sudah ada bahasa sriwijaya adalah bahasa melayu kuno bukan bahasa lampung prasasti palas pasemah bukti penaklukan sriwijaya atas sklabrak dan tulangbawang masak sriwijaya menjajah kampung nya sendiri dan kerajaan2 tua di sumatra yg di beritakan itsing adalah kerajaan koying di wilayah sumsel kerajaan melayu tua di jambi kerajaan kantoli/kuntala di gunung dempu bukan kenali kerajaan tulang bawang di pedalaman sumatra bukan skala brak itu tulisan cina yg sudah berabad2 jangan di plesetkan semaunya tanpa rujukan2 yg sudah jelas dari ahli sejarah itu luas bukan lingkup desa yg bisa asal bicara tanpa orang lain akan mengkritik nya setau saya antara tulang bawang dan skala brak yg ada catatan literatur cina adalah kerjaan to-lang-po whang intropeksi itu yg paling baik

    BalasHapus
  24. Jeme atau masyarakat pasemah atau basemah merupakan suku asli sriwijaya atau palembang sebelum Kerajaan Sriwijaya tunduk kepada Majapahit dan pada akhirnya raja terakhir majapahit yaitu Bre Kertabumi beranak pinak di palembang sehingga sulit dibedakan antara suku asli sriwijaya dengan suku yang telah berasimilasi dengan pendatang seperti cina, jawa dan india. Untuk sumatera bagian selatan, menurut saya merupakan satu keturunan karna banyak kesamaan.

    BalasHapus
  25. terlepas dari benar atau salah setidaknya diskusi ini telah menambah khasanah pikir kita.. #Buay Bulan

    BalasHapus
  26. alhamdulillah kami ada didunia

    BalasHapus
  27. yang pasti kerajaan tulang bawang itu pasti muncul!!!!!!!

    BalasHapus
  28. klu kata sesepuh tulang bawang,tulang bawang ini walau satu jam,musti jadi jakarta ke2...inget itu!!!!!!jakarta nanti tenggelam sama air katanya gak bisa ditunggu lagi!ini saya pernah ngbrol sama sesepuhnya jauh sebelum jakarta gembar-gembor mau pindah!!!

    BalasHapus
  29. Menarik se x
    Talang bawang kalau kata org melinting artinya talang = semacam benteng tanah didataran rendah
    Bawang= lebung/istilah jakarta &jabar situ

    kalau ngebahas suku sy tertarik dgn suku Abung

    Coba cari tau tentang bukit siguntang palembang, d situ terdapat nama pagar Abung. Apa hubungannya dgn suku Abung d lampung, bisa jd dari siguntanglah asal usul suku Abung pd mulanya, kita jng pisahkan palembang dgn lampung dulu, karena dahulu kala gak ada istilah palembang dan lampung. Dan belum tentu daerah yg d diami org2 palembang skrg adalah daerah asli nenek moyang mereka, begitu juga sebaliknya dgn derah yg d diami suku lampung skrg??? Karena org jaman dulu hidupnya berpindah pindah, jd bisa juga yg punya tulang bawang dan sriwijaya itu berasasal dari suku batak / padang, karena tak mungkin kita sampai d tengah tanpa berpijak d pinggir, semu perlu renungan dan berpikir bijak..

    BalasHapus
  30. Sejarah Lampung Tidak mungkin bisa terungkap kalau tidak menyodorkan silsilah asal-usul nenek moyang... Dari Silsilah yang ada di abung dan di pesisir Way Lima ternyata ada titik temu... Silsilah dari ABung : RAKIHAN SAKTI berputra SERANGGO SAKTI berputra UMPU SETUNGAU berputra SERUNTING SAKTI... Dari Silsilah di Way Lima (Pesisir) : SANGHYANG SAKTI NYATA berputra UMPU KESAKTIAN JITU (Gelar RATU KUALA SAKHA) berputra UMPU TUNGAU berputra SERUNTING SAKTI...

    Jadi SANGHYANG SAKTI NYATA di Tanoh Pugung (keturunannya sebagian di Belalau : HULU DALUNG, TAMBA KUKHA & TUNDUN BELANG yang masuk 3 KLAN dari 7 KLAN SEMENGUK di Belalau atau Semenguk Pitu) adalah RAKIHAN SAKTI di Danau Ranau... Dan UMPU KESAKTIAN JITU (Ratu Kuala Sakha) adalah SERANGGO SAKTI...

    Umpu Kesaktian Jitu beristri 2 : Istri pertama dari Ranau beranak UMPU SETUNGAU (Yang menurunkan Buay Tungau WayLima dan 5 Buay Abung Keturunan Ratu Dipuncak).. Istri Kedua dari Sekala Bekha (Buay Tumi) keturunan Ratu Pesagi berputra 11 orang : BABOK, KHANDAU, HALOM/AKHONG (Ayah Sitambakura), SALAGAI, BAMBAN, KUKHING (Mungkin KUNANG), LIYOH dll... ke 12 anak Umpu dari Sanghyang Sakti Nyata ini lah yang sebagian besar yang pindah ke pesisir selatan menurunkan 5 Bandakh/Marga di Teluk Semaka (SEPUTIH, SELIMAU, SEBADAK, SEPERTIWI & SEKELUMBAYAN) dan ditambah dari keturunan Ratu Pesagi Buay Tumi membentuk BANDAR PAKSI TUNGKOK PEDANG DI TELUK SEMAKA yaitu di BERUNAI... Tetapi Karena Letusan Gunung Krakatau, Bandakh Berunai hilang... Motif kain Kapal, Kain Tampan, Kain Inuh berasal dari warisan kebudayaan keturunan PAKSI TUNGKOK PEDANG keturunan SANGHYANG SAKTI NYATA di Pugung dan RATU PESAGI (TUMI) di Belalau...

    BalasHapus
  31. Kerajaan Tulang Bawang sampe detik ini blm ada tanda2 yg real bahkan menurut saya sesuatu yang hampa untuk dicari sampai buang-buang energi. Mungkin agan2 SEBAGIAN disini orang2 yang berpendidikan bahkan ingin menjadi peneliti tingkat dunia khayal yang gag kesampean. Sudah jelas bahwa bangsa Lampung itu berasal dari Gunung Pesagi dan sebelum datangnya kepaksian Sekala Bekhak, disitu ada Bangsa Tumi, gag mungkin yang tua meninggalkan rumah tua'y, tapi si muda yang berkelana (Tolong di cerna). Sampai sekarang bukti peninggalan mereka ada di Lampung Barat. Bahwa Lampung dan budayanya itu berkiblat ke Gunung Pesagi (Tolong di cerna). tx

    BalasHapus
  32. Kerajaan Tulang Bawang sampe detik ini blm ada tanda2 yg real bahkan menurut saya sesuatu yang hampa untuk dicari sampai buang-buang energi. Mungkin agan2 SEBAGIAN disini orang2 yang berpendidikan bahkan ingin menjadi peneliti tingkat dunia khayal yang gag kesampean. Sudah jelas bahwa bangsa Lampung itu berasal dari Gunung Pesagi dan sebelum datangnya kepaksian Sekala Bekhak, disitu ada Bangsa Tumi, gag mungkin yang tua meninggalkan rumah tua'y, tapi si muda yang berkelana (Tolong di cerna). Sampai sekarang bukti peninggalan mereka ada di Lampung Barat. Bahwa Lampung dan budayanya itu berkiblat ke Gunung Pesagi (Tolong di cerna). tx

    BalasHapus
  33. saya gak pengen tahu mana yang benar mana yang salah, klo emang benar2 salah satunya harusnya kita semua masyarakat asli lampung, menjunjung tinggi dan membanggakannya di tingkat nasional dan dunia, klo kedua2nya benar alangkah lebih bangganya kita masyarakat asli lampung , bahwa ternyata kita adalah masyarakat yang punya sejarah tingkat tinggi. namun tergerus dan berusaha di lupakan dunia yang tidak ingin rakyat sumatra punya martabat, dan satu jg pertanyaan apa yang membuat perbedaan dialek dalam suku lampung, perbedaan keturunan, atau apa? lebih baik menyatukan serpihan2 yang hilang dan menyatukannya, daripada menyimpan sendiri serpihan, dan menyakini bahwa serpihan itu utuh dan benar, serta membuang serpihan lain krn tidak mendukung yang kita yakini

    BalasHapus
  34. Sipenting dang ngelupako budaya lampung , tanno adu lamon si ngerusak budaya lampung.

    BalasHapus
  35. Kerajaan Tulang Bawang Jelas secara sejarah tertera dalam berbagai catatan Sejarah, begitu juga Kerajaan Skala Brak pun jelas adanya. yang penting sekarang perlu diadakan kajian secara ilmiah tentang Kerajaan Tulang Bawang Khususnya, karena saya juga penasaran sampai saat ini belum ada bukti sejarah yang ilmiah tentang kerajaan Tulang Bawang, tapi saya meyakini Kerajaan Tulang Bawang itu ada dan pernah besar di zamannya. saya pun merasa bagian dari Kerajaan Tulang Bawang, he he he

    BalasHapus
  36. untuk melengkapi data yang selama ini ada mengenai tulang bawang kami beritahukan bahwa kepepadunan megouw pak yang dikenal sekarang ini berasal dari perpecahan 2 kepepadunan ceki balak dan ceki pinggir way semoga informasi ini bermanfaat bagi pelestarian sejarah dan kebudayaan

    BalasHapus
  37. Saya pikir kerajaan tulang bawang dan skala brak ( suku tumi ) yang tertua di lampung, mengenai paksi pak skala brak merupakan keturunan asimilasi dengan minangkabau.....suku abung dan tulangbawang.....kemungkinan suku asli lampung ? mengingat kalau saya pernah tanya dengan orang lampung abung/pepadun mereka tidak mengakui paksi pak skala brak yang sekarang sebagai orang asli lampung....mohon pencerahannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya memang begitu adanya 2 Kerajaan Yang berbeda yang pernah berperang

      PAKSI PAK SEKALA BRAK
      kerajaan yang mengalahkan Suku TUMI (Orang Abung)
      Sehingga Mereka Pidah wilayah
      Kerajaan Yang Menang Itulah Penguasa Yang Sekarang.

      Hapus
  38. induh.ano..lanjut kon khayya kutti bubantah no,penan manom khani,.oh ya buat sdr dari way lima,coba di susun silsilah nya dng ber aturan,smg nanti jk ada info,bisa saya tambah kan masukan2 oke? Wslm

    BalasHapus
  39. Ga usah ribut
    buat aja kerajaan masing

    BalasHapus
  40. Numpang singgah Pun!.senangun kheno dia,kik sejarah ulih ngelahang..jadi mak pandai di tebong ipa,di zaman hipa,guwai sudo kelakun.. Oh ya buat sdr Tihang jaya, kalau anda beranggapan bahwa terbentuk nya Marga aji,atau terbentuk nya,nama2 yg anda sebut diatas,[abad 14] wow,terlalu muda dong bangsa ini untuk disebut,terbentuk nya Marga Aji,itu di daerah muara khua,pada zaman Bugu,diwaktu terjadi perselisihan antara Ratu kuala saka,dengan keBuayan Sagala..yg mana menyebab kan kebuayan ini berpindah,tetapi sebagian dari mereka,tdk ikut,dan menetap,di antara wilayah keBuayan Rawan,dan keBuayan Sandang,mereka dibawah pimpinan puyang Naga berisang, Nah,rombongan yg mendapat suaka ini di kenal dngan nama "Jalma Aji. Mrka menbentuk ke Marga,an Bukan Buay,kalau yg anda maksud pd thun abad 14. Di Menggala,itu kt tdk tau,.setau kami yg bernama Marga Aji,ialah yg mendiami wilayah di daerah Muaradua,kejadian nya kalo menurut wakhahan tambo,jauh,sblum empirium Sriwijaya terbentuk. Anda kurang yakin? Datangi dan tanyakan sendiri. Bahasa daerah yg di pakai oleh Suku Aji, ialah gabungan antara bhsa Jalma Daya,dan Melayu, contoh.."Dang ditangga hatu budak,ijan nak lalu, arti nya,"jangan di tangga itu sanak,orang mau lewat..dmikian ada nya sbagai pencerahan..

    BalasHapus
  41. Happy new year
    Mysteri will open in year 10-10-2020
    Jaga persatuan dan kesatuan .....sang bumi ruwa jurai

    BalasHapus
  42. Happy new year
    Mysteri will open in year 10-10-2020
    Jaga persatuan dan kesatuan .....sang bumi ruwa jurai

    BalasHapus
  43. terima kasih atas informasinya..
    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) mobil Kota

    BalasHapus
  44. terima kasih atas informasinya..
    kunjungi juga website kami Body Mobil

    sukses selalu

    BalasHapus
  45. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

    kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!mobil kuat

    BalasHapus
  46. Diandra Natakembahang dan "para peneliti" Skala Brak tak lain adalah orang Lampung Barat itu sendiri,
    sehingga ada kecenderungan memaksakan untuk mengkait-kaitkan, menyimpulkan apa yang seharusnya hanya sekedar mengindikasikan.

    BalasHapus
  47. Diandra Natakembahang dan para pengamat Skala Brak asal Lampung Barat, mohon tidak memenggal-menggal terjemahan......

    Buku The History of Sumatra Tidak Pernah Menyatakan Bahwa Skala Brak Adalah Asal Usul Bangsa Lampung

    Beberapa pengamat asal Lampung Barat, yang sudah pasti mendukung teori Skala Brak sebagai asal usul bangsa Lampung sering menyertakan buku The History of Sumatra sebagai salah satu rujukannya. Tepatnya kalimatnya sebagai berikut :

    "If you ask the Lampoon people of these parts from whence they originally came they answer, from the hills, and point out an inland place near the great lake from whence they say their forefathers emigrated..."

    Saya rasa kalimat tersebut tidak perlu saya terjemahkan, since you are an internet browser!

    OK, setelah membaca kalimat tersebut memang tampak seolah masyarakat Lampung yang dimaksud mengatakan bahwa ia berasal dari tempat yang tinggi dengan danau yang besar. Namun benarkah buku tersebut mengatakan hal seperti itu?
    Maka perkenankan saya untuk meluruskan apa yang dimaksud dalam buku karya William Marsden tersebut.
    Untuk itu kita lihat kalimat yang lebih lengkap :

    "It is probably within but a very few centuries that the south-west coast of this country has been the habitation of any considerable number of people; and it has been still less visited by strangers, owing to the unsheltered nature of the sea thereabouts, and want of soundings in general, which renders the navigation wild and dangerous for country vessels; and to the rivers being small and rapid, with shallow bars and almost ever a high surf. If you ask the Lampoon people of these parts from whence they originally came they answer, from the hills, and point out an inland place near the great lake from whence they say their forefathers emigrated: and further than this it is impossible to trace".

    Pembahasan :

    the south-west coast of this country : Pantai/Pesisir Barat Daya dari negeri Lampung tentu Lampung Barat

    less visited by strangers : kurang/jarang didatangi orang asing pendatang

    unsheltered nature of the sea thereabouts : tentu yang dimaksud Samudera Hindia

    ever a high surf : sungai yang dimaksud Way Besai

    the Lampoon people of these parts : orang-orang Lampung yang ditanya pada bagian Barat (sesuai deskripsi diatas)

    it is impossible to trace : mustahil untuk dilacak kebenarannya

    penulis yang merupakan pejabat di Bengkulu tentu saja lebih mengenal orang2 Lampung di bagian pesisir pantai barat alias Lampung Barat, bukan seluruh Lampung.

    end of story

    BalasHapus
  48. Bapak Edwardsyah Pernong,

    Agar diketahui bahwa pendiri Marga Rajabasa adalah seorang perantau dari Desa Damaian. lalu pada tahun sekitar 1550an ia datang ke wilayah Kalianda dan membeli hasil lada yang ditanam oleh penduduk pesisir dan Krakatau. Krakatau sebelum meletus dihuni oleh sekitar 1000 orang. wilayah pesisir kalianda dan pulau2 krakatau sudah dihuni turun-temurun sebelum tahun 1550.

    lalu si pemuda tadi diberi gelar Pangeran oleh Sultan Banten dan mendirikan marga Rajabasa.

    sedang pagaruyung saja baru memeluk Islam tahun 1550an. artinya 4 umpu cikal bakal Kepaksian Skala brak pasti datangnya setelah itu.

    maka saya menyimpulkan bahwa Kepaksian Skala Brak bukan asal usul Marga Rajabasa.

    Maka ketika Pangeran Penyimbang Agung yang katanya kepala marga Rajabasa itu Mulang Tiyuh ke Skala Brak, pertanyaannya dia Mulang ke Tiyuhnya siapa?

    Perlu diketahui bahwa Kepala Marga Rajabasa adalah keluarga Pangeran Warta Manggala, bukan Penyimbang Agung. Saya tidak tahu anda menemukan kepala marga abal2 tersebut dimana.

    BalasHapus
  49. Kalau sudah begini memang perlu kajian yang mendalam, tidak sepihak, menyatukan temuan dan pendapat agar persoalannya dapat selesai. Salam.

    BalasHapus
  50. Saudara betul, saya setuju.

    Yang terjadi selama ini semua diklaim oleh Skala Brak.

    Asal usul orang Lampung, asal usul Komering, asal usul Abung, asal usul Sriwijaya, asl usul Cikoneng, asal usul Kalianda, dll.

    saya khawatir kalau seperti ini terus, bisa-bisa besok keluar lagi buku Asal usul Nabi Adam turun di Skala Brak, Al-Quran turun di Skala Brak, Nabi Nuh ngungsi ke Skala Brak, bahkan mungkin Imam Mahdi muncul di Skala Brak.

    BalasHapus
  51. Lamborghini Huracan6 April 2014 19.38

    Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Lamborghini Huracan

    BalasHapus

  52. terima kasih atas informasinya..
    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) Ungu

    BalasHapus
  53. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  54. wah banyak sekali sumber-sumbernya yang menambah wawasan saya. dan satu harapan saya adalah semoga para arkeolog cepat menemukan bukti-bukti sejarahnya. cepat atau lambat paasti akan terungkap dan muncul. just wait and see.

    BalasHapus