Sai Batin

Sai Batin

Sai Batin

Sai Batin Kedau Rakyat

Sai Batin Kedau Harkat

Sai Batin Kedau Derajat

Sai Batin Kedau Adat

Sai Batin mejaung de hejaungan

Sai Batin nyeceng pamanuhan

Lampung Barat, Lampung, Indonesia
Tahun 1989, Pangeran Edward Syah Pernong dinobatkan sebagai Sai Batin Kepaksian Pernong, dengan gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi yang Dipertuan Sekala Beghak XXIII

18/12/08

Syukuran Alprinse Syah Pernong


Setelah menunggu waktu yang cukup lama, akhirnya Allah mengabulkan doa-doa Pangeran Edwardsyah Pernong, gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Sekala Beghak Yang Dipertuan Agung ke-23, dan Nurul Adiati, gelar Ratu Mas Inton Dalom Ratu Paksi Buay Pernong. Pada tanggal 10 Oktober 2007 lahir putra pangeran, yang diharap-harapkan dapat menjadi penerus Sai Batin Paksi Buay Pernong Paksi Pak Sekala Beghak. Alprinse Syah Pernong, begitu nama yang diberikan oleh Pangeran Edward pada sang buah hati, putra kedua Pangeran Edward.
Sebagaimana lazimnya tata cara adat, kelahiran putra mahkota layak untuk diberi penghormatan sesuai tradisi. Bukan untuk berbangga hati, melainkan karena kelahiran putra mahkota memberi harapan akan terus berjalannya adat-budaya Paksi Buay Pernong, sebagai kesatuan adat dan budaya. Syukuran atas kelahir putra mahkota, Pangeran Alprinse Syah Pernong dilakukan Senin 19 Mei 2008, di Batu Brak.
Menurut Pangeran Edward, kelahiran Pangeran Alprinse Syah Pernong itu diharapkan menjadi penerus kepemimpinan raja adat di kerajaan adat Sekala Beghak pada masa mendatang, serta meneruskan tanggung jawab mengurus dan menyayangi keluarga besar Kepaksian Pernong Paksi Pak Sekala Beghak.
Tanggal 19 Mei sepertinya menjadi penanda waktu yang penting, karena pada tanggal itu pula genap 19 tahun Pangeran Edward memimpin Paksi Buay Pernong, sebagai Sai Batin.
Prosesi dimulai dengan penyambutan kedatangan Pangeran Edward Syah Pernong bersama keluarga di Gedung Dalom, pada Sabtu 17 Mei, sekitar pukul 15.00. Pangeran Edward Syah disambut para raja yang ada di bawah Kepaksian Pernong, dengan arak-arakan adat. Semua keperluan arak-arakan penyambutan Sai Batin itu berasal dari warga Buay Pernong untuk menunjukkan kecintaan dan kesetiaan mereka pada Sai Batin-nya.
Pangeran Edwardsyah Pernong bersama rombongan disambut oleh Raja Mangku Bumi Pemapah Dalom Beny Anas Bunyamin, bersama puluhan raja adat Kepaksian Pernong.
Dalam pengarahannya kepada para raja, Pangeran Edwardsyah Pernong mengatakan kegiatan itu merupakan kegiatan terbesar yang digelar kerajaan tersebut selama ia menjabat sebagai Sai Batin. "Saya minta kalian semua bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Karena syukuran ini sekaligus memperingati 19 tahun kepemimpinan menjadi panutan di Kepaksian Pernong ini," kata Pangeran Edward.

Pada acara puncak syukuran tersebut Pangeran Edward juga mengundang Sai Batin Buay Belunguh, Sai Batin Buay Nyekhupa, dan Sai Batin Bejalan Diway, serta beberapa kerajaan adat yang berada di Indonesia, antara lain Kesultanan Solo dan Makassar. Dan dari unsur Pemerintah Daerah yang diundang antara lain Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P, bupati dan wali kota se-Lampung.
Di ruang pertemuan, Pangeran Edward Syah duduk sejajar dengan Sai Batin Nyekhupa, Sai Batin Bejalan Diway, dan Sai Batin Belunguh.
Prosesi syukuran dimulai dengan dinaikkannya Pangeran Alprinse Syah Pernong ke dalam tandu berbentuk burung, dipangku oleh Permaisuri Nurul Adiati, gelar Ratu Mas Inton Dalom Ratu Paksi Buay Pernong. Arak-arakan dimulai dengan dentuman meriam. Lalu arakan berjalan sejauh 1 kilometer, selama dalam perjalanan dentuman meriam menggelegar sebanyak tujuh kali.

Selesai melakukan arakarakan, Pangeran digendong oleh Ibunda Permaisuri Nurul Adiati, untuk menemui para tamu undangan, disertai dengan lantunan shalawat. Tampak Pangeran Alprinse Syah Pernong tersenyum dan tanpa rasa takut menerima peluk-cium dari Ayahanda-nya Pangeran Edward Syah Pernong, dilanjutkan dengan Sai Batin dari kepaksian yang lain, dan tamu undangan yang lain.

Tasyakuran dengan prosesi adat lengkap tersebut, sudah lebih dari seratus tahun tidak dilakukan, karena itu sangat wajar bila acara itu menarik minat masyarakat Lampung, juga media massa. Dalam kesempatan tersebut dikeluarkan seluruh pusaka Paksi Buay Pernong, termasuk meriam kuno, yang dalam acara-acara adat lain tak pernah ditampilkan.
Dalam kesempatan bahagia itu, Pangeran Edward Syah Pernong juga memberikan gelar adat kepada Tursandy Alwi, Ari Yusuf Amir, Peter Son Syukri, Pujiharto (Mataram), Hengky (anggota DPRD Jawa Tengah asal Lampung Barat), dan Erwin Muslimin Singajuru. Selain itu akan diberikan penghargaan Pengahut Dalom kepada Henry Yosodiningrat (Ketua Umum Granat), AKBP Yusril (Polda Lampung), Imam Tarmizi (Sungkai), Kapolda Lampung, kapolres Way Kanan, Bupati Lambar Mukhlis Basri, Ketua DPRD Dadang Sumpena, dandim 0422/LB, Kajari Liwa, ketua pengadilan, dan sekkab Lampung Utara.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar